Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

SURAT UNTUK RAMA

Jakarta, 20 Januari 2018 Hay, Ram. Kau apa kabar? Bagaimana dengan perasaanmu sekarang? Aku punya surat untukmu. Ini tentang aku, yang nyatanya kehilangan kamu. Ini tentang aku yang tidak bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu. Ini tentang pertemuan kita di kota Jogja. Kamu, yang mengajariku tentang banyak hal, termasuk untuk tidak melulu begadang. Kau telah membuatku frustasi. Kau telah membuatku untuk selalu memikirkan kamu. Padahal, aku tahu apa yang aku lakukan ini adalah salah. Pertemuan kita tidak berjalan lama. Kita hanya kenal beberapa bulan ini . Padahal, kita satu kampus, aku tidak tahu kalau ada mahkluk hidup seperti kamu, tapi kita dipertemukan karena sebuah kegiatan. Kau harus tahu, ternyata bayangmu selalu menghantuiku sampai saat aku menulis ini tentangmu. Lebih tepatnya, saat aku memimpikanmu, semalam. Aku gelisah. Mungkin memang aku harus mengungkapkan semuanya. Ah. Apa yang harus aku lakukan jika nyatanya aku merasa kehilanganmu? Kau membuatku nyaman...

Eksibisionisme di mana-mana

Sering mendengar atau membaca sesuatu yang berbau dengan eksibisionisme? Ya, ternyata ini sering terjadi di sekitar kita. Kebanyakkan laki-laki, tapi tidak menutup kemungkinan perempuan pun juga memiliki penyakit itu. Menurut pakar kesehatan, eksibionisme termasuk dalam gangguan kejiwaan, di mana adanya perilaku orang yang dengan senang hati menunjukkan alat vitalnya pada semua orang yang dijadikan target. Orang seperti ini, terlihat normal. Tidak ada tanda mencurigakan.  Dan, kali ini saya mengalaminya sendiri. Jadi, saya lagi janjian sama temen untuk mengurus keperluan kegiatan dua bulan ke depan. Saya menunggu di pinggir jalan, tepat di depan sekolah. Saya tidak masuk ke dalam, karena memang saya ingin menunggu teman saya di luar saja. Beberapa ojol pun ikut memarkirkan kendaraannya sebentar, sebelum mereka lanjut mencari rezeki. Tak berapa lama, ada satu motor berhenti di belakang kanan saya. Saya langsung tidak enak hati, entah kenapa. Kemudian, saya lanjut memainkan g...