Sering mendengar atau membaca sesuatu yang berbau dengan eksibisionisme? Ya, ternyata ini sering terjadi di sekitar kita. Kebanyakkan laki-laki, tapi tidak menutup kemungkinan perempuan pun juga memiliki penyakit itu. Menurut pakar kesehatan, eksibionisme termasuk dalam gangguan kejiwaan, di mana adanya perilaku orang yang dengan senang hati menunjukkan alat vitalnya pada semua orang yang dijadikan target. Orang seperti ini, terlihat normal. Tidak ada tanda mencurigakan.
Dan, kali ini saya mengalaminya sendiri.
Jadi, saya lagi janjian sama temen untuk mengurus keperluan kegiatan dua bulan ke depan. Saya menunggu di pinggir jalan, tepat di depan sekolah. Saya tidak masuk ke dalam, karena memang saya ingin menunggu teman saya di luar saja. Beberapa ojol pun ikut memarkirkan kendaraannya sebentar, sebelum mereka lanjut mencari rezeki.
Tak berapa lama, ada satu motor berhenti di belakang kanan saya. Saya langsung tidak enak hati, entah kenapa. Kemudian, saya lanjut memainkan gawai saya kembali, menghubungi teman saya, seberapa lama lagi saya harus menunggu. Saya merasa dilihat olehnya, dan benar ia melirik saya dari belakang. Sangat terlihat dari kaca spion. Dasarnya saya wanita cuek dan bodo amatan, saya lanjut memainkan gawai saya sambil sesekali melirik ke dia. Khawatir sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Dan firasat saya benar. Setelah melirik beberapa kali, dan dia pun melirik, mungkin untuk memastikan keaadaan semuanya aman. Motor dia sedikit mendekat ke motor saya, dan berkata "mba, mba, mba". Ada yang manggil, gumam dalam hati saya. Saya menoleh ke arah kanan tepat di depan dia. Pikir saya dia ingin menanyakan alamat, di sini saya berpositif, tapi nihil. Mata saya pun melihat ke matanya, tapi ada yang aneh. Saya kemudian melihat ke bawah, ternyata tititnya keluar. Tidak terlalu besar, tapi tidak terlalu kecil. Warnanya juga biasa saja. Buruk malah. Dia dengan bangganya menunjukkan titit yang tidak sangat menggoda di depan saya. Bahkan, jika sekalipun lonte, dia akan berpikir seribu kali untuk memuaskan hawa nafsumu.
.
.
Saya tidak tahu harus apa. Saya langsung menyalakan motor saya, dan kemudian kabur sejauh mungkin menghindari dia. Kenapa tidak teriak? Rasanya sudah sangat kaku, saya hanya bisa mangap ketakutan, tanpa bersuara. Pun, untuk mengendarai motor saja saya gemetaran. Posisi dia terhalang satu motor di belakang saya. Saya tidak peduli, yang terpikirkan adalah saya harus cari tempat aman. Saya melaju dengan kecepatan lumayan, memantau dia dari kaca spion khawatir dia mengikuti saya. Kemudian, saya membelokkan motor saya ke arah pom bensin. Pikir saya, itu tempat aman karena ramai. Saya tidak peduli dia siapa, plat nomor dia berapa, merk motor apa. Semua tidak saya pedulikan. Yang saya pedulikan adalah saya harus jauh-jauh dari orang seperti dia.
.
.
Padahal, saya sudah sering membaca cerita-cerita dengan kasus sama, bahkan lebih parah dari itu. Membaca apa saja yang harus saya lakukan jika itu terjadi ke saya. Dan saat itu terjadi, semua buyar. Bodoamatan dengan semua saran-saran yang saya baca.
.
Untuk mengetik pesan pun saya gemetaran. Saya mengirim pesan suara saja gemetaran ingin nangis. Kenapa ada orang jahat begitu. Saya berhenti memastikan semua dalam keadaan yang aman. Jangan sampai dia kembali datang, atau bahkan ada sebangsa dari dia yang baru.
.
Lalu, bagaimana jika itu terjadi lagi?
Banyak artikel yang telah membahas penyakit ini. Pastinya, saya hanya ingin pesan, tetaplah waspada. Belajarlah untuk tidak panik dalam keadaan apa pun. Oh ya, ternyata laki-laki seperti ini akan senang jika korbannya panik dan takut. kemudian, kalau kamu merasa sesuatu yang tidak nyaman, pergi. Jangan menetap. Kalau ada yang mencurigakan, ambil gambar yang menurutmu penting, yang bisa menjadikan gambar tersebut sebagai bukti, dan ceritakan ke orang kepercayaanmu. Jangan takut untuk bercerita. Kalian harus berani untuk teriak meminta tolong. Jangan pernah pendam perasaan yang tidak enak sendirian, itu akan sakit. Setidaknya, dengan kamu bercerita, akan mengurangi sedikit beban dihatimu. Jangan lupa, untuk selalu berdoa kepada sang pencipta.
Banyak artikel yang telah membahas penyakit ini. Pastinya, saya hanya ingin pesan, tetaplah waspada. Belajarlah untuk tidak panik dalam keadaan apa pun. Oh ya, ternyata laki-laki seperti ini akan senang jika korbannya panik dan takut. kemudian, kalau kamu merasa sesuatu yang tidak nyaman, pergi. Jangan menetap. Kalau ada yang mencurigakan, ambil gambar yang menurutmu penting, yang bisa menjadikan gambar tersebut sebagai bukti, dan ceritakan ke orang kepercayaanmu. Jangan takut untuk bercerita. Kalian harus berani untuk teriak meminta tolong. Jangan pernah pendam perasaan yang tidak enak sendirian, itu akan sakit. Setidaknya, dengan kamu bercerita, akan mengurangi sedikit beban dihatimu. Jangan lupa, untuk selalu berdoa kepada sang pencipta.
.
Oh ya, jika Anda membaca tulisan saya ini, segera cari pasangan mas. Agar kau bisa menggauli dengan sepuas hati, tanpa harus panas-panasan mencari mangsa.
Jika kalian menemui orang seperti ini, kalian bisa rujuk ke psikiater. Pada dasarnya, penyakit ini bisa disembuhkan melakui rehab dan beberapa terapi, tentunya keinginan dari orang itu sendiri.
Terima kasih sudah membaca cerita saya. Tetap waspada dan selalu berdoa. Semoga kita semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Jika kalian menemui orang seperti ini, kalian bisa rujuk ke psikiater. Pada dasarnya, penyakit ini bisa disembuhkan melakui rehab dan beberapa terapi, tentunya keinginan dari orang itu sendiri.
Terima kasih sudah membaca cerita saya. Tetap waspada dan selalu berdoa. Semoga kita semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Komentar
Posting Komentar