Langsung ke konten utama

Mengelola Majalah Sekolah

Resume ke-11

Gelombang 27

Tanggal           : 14 September 2022

Tema               : Mengelola Majalah Sekolah

Moderator       : Yandri Novita Sari

Narasumber    : Widya Setianingsih, S.Ag.

Holla…

Keterampilan menulis bisa dipelajari dengan latihan menulis secara rutin. Melalui majalah sekolah, siswa dapat menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan atau cerita bergambar. Majalah sekolah dapat menjadi langkah awal kita sebagai guru untuk menggali dan mengasah potensi yang dimiliki oleh siswa. Nah, lalu bagaimana mengelola majalah sekolah? Pelatihan Belajar Menulis malam ini akan dibahas secara tuntas oleh Ibu Widya Setianingsih, S.Ag sebagai narasumber dan dipandu oleh Ibu Yandri Novita Sari.

Umua nan alun satahun jaguang.

(Umur  yang belum setahun jagung),

Darah nan alum satampuak pinang.

(Darah nan alun satampuak Pinang).

Tersirat makna masih muda dan belum punya banyak pengalaman. Harus banyak belajar, belajar dan terus belajar, karena sejatinya Setiap pengalaman membuat kita tumbuh. We will never know the real answer before we try. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya sebelum kita mencoba. Kalimat itulah yang menjadi pembuka pada materi kali ini.

Majalah merupakan terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Lalu, majalah sekolah adalah majalah yang dikelola, dibuat, dan diedarkan di kalangan sekolah. Majalah sekolah berasal dari sekolah dan untuk sekolah. Umumnya, majalah dibedakan menjadi dua:

a. Berdasarkan Waktu: majalah bulanan, majalah tengah bulan, majalah mingguan, dan lain sebagainya.

b.  Berdasarkan Isi: majalah berita, majalah anak-anak, majalah wanita, majalah remaja, majalah olahraga, majalah sastra, majalah sains, dan sebagainya.

Sebenarnya apa sih manfaat majalah sekolah? Ada beberapa manfaat majalah sekolah, di antaranya:

1.     Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan wali murid dan siswa.

2. Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan, dan hiburan.

3.    Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar, pantun, dll)

4.    Sarana publikasi sekolah di masyarakat.

5.    Menjadi kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.

Membuat majalah sekolah tentulah butuh persiapan yang matang. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika kita ingin mengadakan dan menerbitkan sebuah majalah sekolah.

1.     Menyatukan ide dan gagasan

Kita dapat mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi yang baik di sekolah. Setelah itu, dari kelompok kecil tersebut, kita dapat menentukan susunan redaksi majalah.

2.    Mengajukan Proposal

Setelah tim terbentuk, langkah selanjutnya adalah membuat proposal. Proposal ini digunakan sebagai rancangan mengenai program majalah sekolah kepada pihak sekolah. Selain itu, proposal juga bisa diberikan kepada wali murid atau rekanan sekolah, misal penerbit buku. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana, dan lain sebagainya.

3.    Membuat rancangan majalah

Tentukan majalah yang ingin dibuat, seperti nama majalah, isi berita, pendanaan, dan lain-lain.

4.    Mencari rekanan pendukung

Majalah sekolah yang sudah dibuat dapat dicetak dan dibagikan kepadada siswa atau guru-guru. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama dengan percetakan atau sponsor.

    Majalah sekolah perlu ada isi yang beragam. Tentunya, menyusun majalah tidak cukup apabila satu orang saja yang berkeja. Nah, buatlah tim kecil dan susunlah redaksi majalah. Susunan redaksi majalah sekolah ini, meliputi:

1.     Penasihat

Yayasan Sekolah/Komite Sekolah

Tugas: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap tim tentang majalah sekolah.

2.    Penanggung Jawab

Kepala Sekolah

Tugas: Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional)

3.    Pimpinan redaksi

Guru yang ditunjuk.

Tugas: Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.

4.    Editor

Tugas: Bertanggung jawab  swasunting tulisan, proofreading, dan mengedit semua tulisan.

5.    Reporter

Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

6.    Fotografer

Fotografer bertugas untuk mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

7.    Layout

Tim layout bertugas untuk mendesain majalah dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.

8.    Bendahara

Bagian bendahara bertugas untuk mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah.

Berikutnya, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam membuat majalah sekolah, antara lain:

a.    Membuat nama majalah

Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat. Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.

Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.

KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration.        

b.   Menentukan artikel yang akan ditampilkan

Hal yang ada di dalam majalah sekolah, yaitu

1.        Visi misi sekolah

tuliskan visi misi sekolah pada awal majalah sekolah.

2.       Salam redaksi

Kata sapaan pimpinan redaksi pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, dan kondisi teraktual saat itu.

3.       Berita sekolah

Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah, dan lain-lain.

4.      Profil guru

Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, dan staf pendidik.

5.       Profil siswa berprestasi

Menampilkan siswa paling berpretasi.

6.      Karya siswa

Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar, dan lain-lain.

7.     Kegiatan siswa

Kegiatan outing class, ataupun in class. Misalnya outbound, praktik di kelas, unjuk kerja, game, dan lain-lain.

8.     Kuis berhadiah

Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD bisa menggunakan TTS, tebak gambar, dan lain-lain. Kuiz ini dapat pula sebagai ajang berhadiah.

9.     Prestasi sekolah

Menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.

10.   Info dan pengumuman

Info ujian, libur, dan sebagainya.



c.    Mengajukan ISSBN

Setelah majalah sekolah selesai dibuat dan dicetak. Kita dapat juga mengajukan ISSBN, hal ini bertujuan agar majalah sekolah kita memiliki hak paten. Sekolah dapat menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.

d.   Tentukan Penggunaan Bahasa

Ketika menulis majalah sekolah, perlu diperhatikan pula penggunaan bahasa yang dipakai. Kita harus tentukan sasaran pasar majalah sekolah, yaitu siswa dan wali murid. Oleh karena itu, penggunaan bahasa perlu diperhatikan.

1.        Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.

2.       Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan.

3.       Selipkan bahasa-bahasa gaul yang sedang tren, tetapi tetap sopan.

4.     Gunakan bahasa yang komunikatif, sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.

e.    Carilah Tema Terkini

Kita dapat mencari tema dari hal-hal yang sedang hangat diperbincangkan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui isu-isu tersebut, bisa menjadi referensi kita untuk menulis majalah sekolah. Sebagai contoh, “Tetap Berprestasi di Masa Pandemi”, “Semakin Berilmu, Semakin Berakhlak”, “Let’s go Green”, dan lain-lain.

f.     Tentukan Cover dan Layout yang Menarik

Oh ya, gunakan cover dan layout yang menarik, ya. Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah dan mencerminkan tema dan isi majalah. Hal yang perlu diperhatikan dalam layout dan tata letak majalah.

1.        Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP, atau SMA)

2.      Praktis, simpel, menarik, dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat, tetapi tidak sumpek.

3.      Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel.

Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang dicetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

g.    Pembiayaan

Pembiayaan ini digunakan untuk mencetak majalah, membayar HR crew, dan pembelian hadiah kuis ataupun keperluan lainnya terkait dengan majalah sekolah. Pembiayaan cetak majalah bisa dibagi menjadi tiga:

1.        Murni dari siswa, siswa membeli majalah (dimasukkan didaftar ulang atau SPP)

2.   BOSDA, pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.

3.  Sponsor, bisa dengan menggandeng wali murid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.

h.   Percetakan

    Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi, bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi, maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk daring. Misalnya dikirim dalam bentuk PDF melalui WhatsApp, Web sekolah, IG, Facebook, dan lain-lain. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

i.     Perbarui Ilmu Secara Berkala

    Agar majalah selalu up to date, maka harus ada jadwal untuk memperbarui ilmu bagi para tim. Misalnya, pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel, Photoshop untuk layout. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

j.     Pupuk Kekompakan Tim

    Tim harus memiliki rasa solid, kekompakan, saling mendukung, dan mengisi kekurangan satu sama lain.





Itulah bahasan singkat mengenai majalah sekolah. Semoga dengan adanya majalah sekolah ini, dapat menjadi wadah anak untuk berkembang, pun guru yang terus menjadi pembelajar. Jadikan majalah ini sebagai sesuatu yang istimewa, maka semua akan ada jalan. Tentunya, kembali lagi kepada komitmen. Komitmen bermula dari diri sendiri, maka mulailah dari diri sendiri. Dengan begitu, energi positif akan menular pada teman-teman di sekitar kita. Yuk, kita baut majalah sekolah!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gagal Sekali, Berhasil Berkali-Kali!

  Resume ke-4 Gelombang 27 Tanggal            : 29 Agustus 2022 Tema                : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi Moderator        : Rosminiyati Narasumber     : Aam Nurhasanah, S.Pd   Selamat malam semuanya! Si empunya blog kembali lagi untuk berbagi pelatihan hari ke-4 bersama Belajar Menulis PGRI gelombang 27. Pelatihan ini awalnya hanya pelatihan bagi guru-guru yang ada di sekitar Jabodetabek saja. Oh, tapi ternyata saya salah besar. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kalangan guru dari banyak wilayah. Salah satunya adalah ibu moderator pada pertemuan ke-4 ini, yaitu Ibu Rosminiyati. Beliau adalah seorang guru SMK Negeri   2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ternyata dunia maya memang benar-benar bisa membawa kita berselancar ke seluruh penjuru yang ada. ...

karena puisi

            Sahabat adalah segalanya karena sahabat, kita bisa meminta pertolongan. Karena pada dasarnya, kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita itu hidup berdampingan. Walaupun banyak cacian, fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi, jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul “Yuuhi wo miteruka” (apakah kau melihat mentari senja?). Ya, ini adalah kisah  gadis  remaja  dengan  sahabatnya. Gadis itu  bernama  Lia. Dia mempunyai  sahabat  bernama Ahmad.  Setiap  hari  mereka  selalu bersama,  canda,  sedih,  gombal-gombalan, marah-marahan  bersama. Banyak temannya yang mengira jika mereka berdua mempunyai hubungan lebih dari seorang sahabat. Tapi, semua berubah ketika mereka di SMA. Awal masuk SMA mereka masih...