Resume ke-9
Gelombang 27
Tanggal : 09 September
2022
Tema : Motivasi
Menulis dan Menerbitkan Buku
Moderator : Muliadi
Narasumber : Dail Ma’ruf, M.Pd.
Penulis tidak
hanya berbekal kemampuan dasar menulis, tetapi juga harus memiliki tekad yang
besar untuk menulis. Apalagi menulis merupakan kegiatan yang tergolong monoton
serta mungkin akan cepat membosankan bagi penulis yang tidak memiliki motivasi
bertenaga. Tak jarang, banyak penulis yang berhenti pada tengah proses
penulisan karena kehilangan motivasi menulis. Otak seolah menjadi beku buat
mencari ilham baru dan menyusun kata–istilah. Jika terus diabaikan, penulis
akan lebih sulit mencapai targetnya serta penulis pemula akan lebih sulit
berkembang. Oleh sebab itu, sebagai seorang penulis harus mencari solusi-solusi
yang sekiranya bisa membantu menaikkan motivasi menulis.
Ada beberapa hal yang bisa
dijadikan kiat untuk menulis, yaitu:
1.
Cari Tahu Tujuan Menulis
Menulis tidak hanya menuangkan isi hati dan imajinasi
pikiran, tetapi seorang penulis harus memiliki tujuan menulis. Ketika kita
tidak memiliki tujuan yang jelas, biasanya kita akan berhenti di tengah jalan
karena kehabisan ide, bahan, imajinasi, dan inspirasi.
2.
Selalu Ingat pada Tujuan Awal
Setiap orang tentu memiliki tujuan yang berbeda. Buatlah
tujuan awal yang kuat, sehingga ketika kita merasa malas menulis kita dapat
intropeksi diri dan mengingat kembali tujuan awal menulis.
3.
Cari Tahu Manfaat Menulis dan Membaca
Menulis tidak hanya menuangkan isi hati dan menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan banyak manfaat kepada penulis atau pembaca. Menulis dan membaca dapat melatih cara berpikir, meluruskan pandangan, memeprkaya wawasan, dan meningkatkan imajinasi serta kreativitas.
4.
Atur Manajemen Waktu untuk Menulis
Manajemen waktu merupakan sebuah proses pengendalian
waktu berdasarkan suatu rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan
dipertimbangkan berdasarkan kemungkinan yang harus dikontrol dalam prosesnya
agar maksimal. Buatlah manajemen waktu yang tepat agar proses menulis dapat
berjalan efektif dan maksimal. Tentunya, ketika sudah memiliki manajemen waktu,
kita harus konsisten.
5.
Bacalah Karya Tulis Orang Lain
Membaca karya orang bisa menjadi sumber referensi kita
untuk menulis. Bacalah berbagai jenis macam karya tulis agar semakin banyak
juga referensi atau ide yang didapatkan.
6.
Buat Suasana Berbeda Saat Menulis
Suasana dapat menentukan mood seseorang. Oleh karena itu, buatlah suasana yang nyaman agar
kita dapat berkonsentrasi dan membuat tulisan yang baik. Apabila sudah merasa
bosan dengan suasana lama, tidak ada salahnya untuk membuat suasana yang baru,
seperti menulis di taman, café, atau lokasi lainnya.
7.
Bergabung dengan Komunitas Penulis
Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi menulis
adalah dengan bergabung komunitas penulis. Melalui kegiatan ini, kita akan
bertemu banyak penulis dengan berbagai pandangan. Selain itu, kita akan
mendapatkan banyak wawasan soal menulis dan saling memberikan motivasi.
8.
Carilah Wadah Menulis
Ada banyak wadah atau media untuk menuangkan ide-ide
tulisan kita, seperti blog, wattpad, bulletin, dan lain sebagainya.
9.
Perbanyak Bahan untuk Menulis
Sering kali kita merasa kehabisan untuk menulis, salah
satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut, yaitu dengan mencari lebih banyak
referensi agar ide menulis kita dapat bertambah.
10. Tantanglah
Diri Sendiri
Dengan menantang diri sendiri kita akan lebih
bergairah dalam meningkatkan kemampuan diri. Kalau pun gagal pantang menyerah.
Ingatlah tidak ada orang sukses, yang tidak pernah gagal.
11.
Buang Jauh-Jauh Rasa Ingin Mendapatkan Pujian
Setiap pembaca memiliki selera bacaan dan tulisan yang
berbeda-beda. Jadi, hal wajar bila ada pembaca yang tidak menyukai karya kita,
mengkritik dan memberi saran. Respons inilah yang justru akan membangun kita
sebagai penulis yang sukses.
12. Tak
Perlu Terburu-Buru Menulis
Terkadang, seorang penulis merasa terbebani, gelisah,
dan cemas karena target tulisan yang dibuatnya. Ketika kita terburu-buru dalam
menulis, kita sering abai dengan kualitas tulisan karena pembahasan yang tidak
runtut. Maka, menulislah dengan tenang, pelan, tetapi pasti.
13. Berfikir
Positif
Melalui pikiran yang positif akan membantu kita untuk terus termotivasi dan pantang menyerah ketika menghadapi kegagalan di tengah proses perjalanan menulis.
14. Tidak
Memaksakan Diri
Selama pikiran kita jernih dan tenang, maka ide
menulis akan mengalir dengan sendiri. Ketika kita sedang banyak pikiran,
janganlah terlalu memaksakan diri untuk memikirkan ide-ide menulis tapi lebih
baik tenangkan pikiran lebih dulu.
15. Tidak
Membandingkan Diri dengan Penulis
Membaca karya tulis milik orang lain akan membantu kita
mendapatkan semangat menulis, mendapatkan ide atau inspirasi dan memperkaya
pemulihan kata ketika menulis.
Akan tetapi, jangan pernah membandingkan hasil karya
tulis diri sendiri dengan orang lain. Selalu ingat bahwa setiap penulis
memiliki gaya penulisan yang berbeda.
16. Jaga
Kesehatan
Kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam
pekerjaan, karena bagi penulis kesehatan
mental dan emosi adalah dua hal yang menjadi faktor penting dalam hidup.
Pikiran akan lebih jernih untuk menulis ketika kesehatan mental baik. Selain
kesehatan mental, kesehatan fisik juga harus menjadi perhatian karena pasti
akan berdampak pada pikiran yang kurang fokus ketika menulis.
Itulah beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh
seorang penulis. Ketika menulis, tulislah dari hati, niatkan tulisan itu dapat
bermanfaat untuk diri sendiri atau pembaca. Berawal dari tulisan menjadi sebuah buku yang kelak akan abadi.

Komentar
Posting Komentar