Resume ke-13
Gelombang 27
Tanggal : 19 September
2022
Tema : Proofreading
Sebelum Menerbitkan Tulisan
Moderator : Purbaniasita
K.S., S.Pd.
Narasumber : Susanto, S.Pd.
Sudah menulis
buku, lalu apakah bisa langsung diterbitkan? Eits, tunggu dulu. Jangan terlalu
terburu-buru, sebelum diterbitkan, sebaiknya lakukan proofreading terlebih
dahulu. Apa itu proofreading? Mungkin kita lebih memahami dengan swasunting dalam
dunia editor, atau lebih mudahnya adalah memeriksa kesalahan dalam teks dengan
cermat sebelum diterbitkan. Kenapa proofreading menjadi sangat penting? Nah,
materi menulis ini disampaikan oleh Bapak Susanto. Pria kelahiran 29 Juni 1972
ini merupakan guru Sekolah Dasar yang berada di Kabupaten Musi Rawas Provinsi
Sumatra Selatan. Selain sebagai guru, beliau juga aktif dalam dunia menulis dan
editor, serta kreator konten.
Proofreader
adalah salah satu posisi penting dalam proses editing suatu naskah. Sebagai seorang
penulis, setidaknya kita dapat mengoreksi tulisan milik sendiri. Tugas seorang
proofreader tidak hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader
juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima
logika dan dipahami. Ketika melakukan proofreading, beberapa yang harus
dikenali, yaitu 1) apakah sebuah kalimat yang ditulis efektif atau tidak, 2)
susunan kaliamt sudah sesuai atau belum, dan 3) substansi sebuah tulisan sudah
dapat dipahami oleh pembaca atau belum.
Lalu,
kapan kita dapat melakukan proofreading? Kita dapat melakukan proofreading
ketika tulisan yang dibuat sudah selesai. Sebagai seorang penulis, kita harus
siap berlama-lama di depan laptop atau komputer untuk menyelesaikan tulisan
agar menjadi tulisan yang baik dan bermutu. Jangan terburu-buru mengirimkan
artikel. Kita perlu melakukan revisi terhadap tulisan yang dibuat. Bertindaklah
sebagai seorang “calon pembaca” ketika kita sedang melakukan proofreading. Memosisikan
diri sebagai calon pembaca, berarti membaca utuh tulisan kita yang sudah
diselesaikan.
Beberapa
langkah untuk melakukan proofreading, antara lain:
1. Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan, signifikan
pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.
2.
Merevisi penggunaan bahasa, meliputi kata, frasa, dan
kalimat, serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
3. Memoles kalimat, hal ini dilakukan untuk memastikan
tata bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku.
4.
Memeriksa ejaan, pastikan sudah sesuai dengan KBBI
terbaru. Pemenggalan kata-kata, konsistensi nama dan ketentuan, serta penulisan
judul dan penomoran.
Pastikan
tulisan yang dibuat tidak ada saltik. Tulisan yang baik adalah tulisan yang
jelas, tidak ada penyingkatan kata. Selain itu, perlu diperhatikan pula tanda
baca yang digunakan. Apabila kita sudah melakukan proofreading, kita dapat
meminta bantuan teman untuk membaca tulisan kita dan memeriksa apakah ada hal
yang perlu diperbaiki atau tidak. Selain itu, kita bisa pula meminta pihak
penerbit untuk memeriksa tulisan yang dibuat.
Nah, tidak
perlu harus cepat selesai. Pelan-pelan saja, yang penting tulisan yang dibuat
mudah dipahami oleh pembaca.

Komentar
Posting Komentar