E
|
ntah,
apakah ada syarat untuk mencintai dan menyayangi seseorang?
Entah,
apakah ada larangan untuk seseorang mempunyai perasaan cinta?
Aku
berfikir sejenak, apakah selama ini aku telah salah karena telah melarang
seseorang untuk mengagumi sosokku? Apakah aku salah selama ini telah menyakiti
perasaan seseorang dengan memeperlakukannya berbeda dengan orang lain? Apakah aku
salah?
Memang,
perasaan tidak bisa kita larang! Tuhan telah menciptakan kita dengan segala perasaan
ini, kita sebagai makhluk-Nya hanya bisa menggunakannya dengan baik.
Apa
definisi sayang sesungguhnya? akupun sebagai yang menulis ragu mendefinisikan
sayang.
Tapi,
yang harus kita tau adalah bahwa perasaan seseorang tidak akan mudah berubah
begitu saja dengan cara apapun. Mereka yang menyayangi kita dengan tulus akan
tetap mengagumi kita, takkan sakit hati dengan sikap kita, dan apapun yang kita
lakukan ia akan tetap suka. Sederhana saja mengapa semuanya bisa terjadi.
Karena dia sayang sama kita.
Kenapa
sayang dia tidak berubah meskipun kita sudah membuat ia kesal, membuat dia
sakit hati? Simpel, sayang yang dia berikan ke kita tidak serendah sayang yang
lain. Mungkin kita akan berfikir apa yang membuat dia sayang, sikap seperti apa
yang membuat dia sayang sama kita. Kita berfikir tidak ada yang bisa
dibanggakan dari sosok kita. Tapi tidak bagi dia yang sayang pada kita. Kita
mungkin menganggap kita tidak ada apa-apanya, tapi dia merasa kita adalah hal
yang bisa di banggakan kepada siapa pun. Mereka yang sayang pada kita, akan
sering menyebut nama kita dalam kehidupannya. Dia yang memnag benar-benar
sayang pada kita, tidak akan berubah meskipun satu, dua, tida, atau empat tahun
lagi. Gombal? Bulshit? Entahlah, tapi yang aku tau seperti itu.
Apa
definisi sayang sesungguhnya???
Aku
tersadar selama ini, banyak yang menyayangiku, tetapi aku terlalu sibuk
mengejar sesuatu yang ‘fana’ itu. Aku terlalu semangat untuk mencari sosok yang
aku sayang selama ini, tanpa melihat sosok yang sayang pada diriku di belakang.
Aku terlalu melarang mereka untuk masuk ke hatiku. Apakah aku salah, Tuhan???
Komentar
Posting Komentar