Apakah aku salah selama ini? Membiarkan aku
terjebak ke dalam samudra cinta hanya karna aku takut akan masa lalu?
.
.
.
.
Awalnya
aku biasa saja, sampai akhirnya aku memang benar-benar telah menjatuhkan hati
ini ke dalam samudra cintamu! Awalnya aku berfikir, perjalanan ini takkan lama.
Namun nyatanya, aku salah besar! Aku sudah sangat lama berjalan di dalam samudra
cintamu. Dan kamu sebagai pemilik samudra tanpa acuh membiarkan aku terus
berjalan mencari ujung cinta ini.
Aku
memang bodoh, aku terjebak! Tak seharusnya aku masuk ke dalam samudra cintamu
waktu beberapa tahun yang lalu itu. Kini aku benar-benar merasa takut! Ya aku sangat
takut! Tuan? Tolonglah aku, ulurkan tanganmu untuk membantuku keluar dari samudra
cinta yang bodoh ini.
Selama
aku berjalan dalam samudra cintamu, aku tidak pernah menemukan cahaya biru itu.
Aku berjalan dan terus berjalan, aku menemukan satu titik dimana aku jenuh. Aku
pasrah dengan keadaan. Seterah dewi fortuna akan memihak kepadaku atau tidak.
Aku
terlena dengan samudra cinta yang kau miliki selama ini, aku kagum tuan padamu.
Desiran-desiran angin seakan membawaku terus berjalan melintasi, mencari
keindahan apa lagi yang kau miliki. Aku tidak pernah mendengar nasihat orang
akan samudramu itu, bahkan hati kecilku saja aku bantah. Aku sangat, sungguh
amat mengagumi samudramu, Tuan.
Tapi,
seiring waktu berjalan ku rasa kamu sudah penat jua dengan aku tuan. Aku tidak
tahu apakah aku berbuat salah selama ini dalam berjalan melintasi samudramu. Aku
tidak tahu! Tapi kamu memberikan sinyal-sinyal kejenuhan seakan-akan aku harus
segera pergi. Ah tidak tuan, jangan. Aku takut!
Kamu
selalu mendesak aku untuk aku sesegera mungkin keluar. Tapi aku selalu berusaha
sembunyi, sembunyi kemanapun yang aku bisa dan kamu tidak tahu keberadaanku.
Aku takut, aku tidak ingin keluar dari samudramu. Aku tidak tahu harus kemana Tuan. Aku tidak punya tempat tinggal selain di sini, di samudra cintamu.
Sial!
Aku yang hanya berpura-pura sekarang harus merasakan pahitnya jatuh cinta. Aku
yang selama ini tidak bisa menemukan cahaya biru itu harus ketakutan keluar. Ah
aku salah selama ini. Aku berdosa. Aku menyesal. Aku takut. Aku resah. Aku
ingin mati.
Aku
manusia bodoh. Aku sudah dengan sengaja masuk ke dalam samudramu, aku jenuh,
lalu aku merasa nyaman, tapi aku sakit hati. Saat aku sudah cukup lama di sana,
ternyata kamu belum bisa menerima kalau aku itu ada. Tuan hanya menganggap aku
bayangan saja. Tuan? Aku ini ada, aku nyata, aku di sini Tuan. Yha, Tuan lebih
asyik dengan mereka di samudra mereka dengan segala tingkah mereka. Tapi tidak
ada sedikit pun Tuan untuk menoleh ke samudra yang tuan miliki sendiri.
Rasanya lama-lama samudra
cintamu sama saja. Tidak menarik, bahkan aku ingin kembali keluar. Keluar dari
samudra cintamu yang konyol, keluar dari segala kejenuhan ini, keluar dari
segala kesakit hatian ini, Tuan. Tuan mungkin tidak akan merasakan apa yang saya
rasakan, yha karena saya tau Tuan punya banyak samudra samudra di sana. Jadi, pikirku
tak apalah kalau hilang samudra cinta ini. Hahahaha kau gila. Atau aku yang
gila? Haha atau apakah kita gila?
Komentar
Posting Komentar