Langsung ke konten utama

Gagal Sekali, Berhasil Berkali-Kali!

 

Resume ke-4

Gelombang 27

Tanggal           : 29 Agustus 2022

Tema               : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Moderator       : Rosminiyati

Narasumber    : Aam Nurhasanah, S.Pd

 

Selamat malam semuanya! Si empunya blog kembali lagi untuk berbagi pelatihan hari ke-4 bersama Belajar Menulis PGRI gelombang 27. Pelatihan ini awalnya hanya pelatihan bagi guru-guru yang ada di sekitar Jabodetabek saja. Oh, tapi ternyata saya salah besar. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kalangan guru dari banyak wilayah. Salah satunya adalah ibu moderator pada pertemuan ke-4 ini, yaitu Ibu Rosminiyati. Beliau adalah seorang guru SMK Negeri  2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ternyata dunia maya memang benar-benar bisa membawa kita berselancar ke seluruh penjuru yang ada.

     Narasumber pada pelatihan kali ini adalah seorang guru di SMP Negeri Satu Atap 4 Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Beliau adalah orang yang cerdas, berbakat, inspiratif, dan selalu ceria. Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd., namanya, seorang blogger, narasumber, moderator, kurator, dan editor. Wow, prestasi yang luar biasa. Tentunya, saya yakin apa yang diraihnya sekarang tidak lain dan tidak bukan adalah cara beliau belajar dari kegagalan sebelumnya dan semangat dalam berjuang guna mencapai prestasinya.

     Bu Aam adalah seorang peserta kelas menulis yang gagal di Gelombang 8 karena tidak bisa menyelesaikan tugas resume dengan baik. Akan tetapi, beliau tidak patah semangat. Beliau tetap mengikuti kelas Belajar Menulis hingga akhirnya bisa menerbitkan sebuah buku. Tak hanya puas sampai di situ, ia pun menerbitkan buku solo yang berjudul Mengukir Mimpi jadi Penulis Hebat. Katanya dalam WAG, “Buku ini lahir dari sebuah mimpi ingin  menulis hingga seribu buku hingga berproses menjadi penulis hebat di masa depan. Bermimpilah dahulu, jangan takut untuk bermimpi. Wujudkanlah mimpimu, akhirnya menjelmalah buku solo  pertamaku.”

     Tentu, rasa puas tidak berhenti sampai di situ saja. Rasanya, mencoba hal yang adalah sesuatu yang bagi sebagian orang itu kegiatan yang menghabiskan waktu. Namun, dengan pola pikir yang berbeda, mencoba dan belajar hal yang baru akan membuat kita mendapatkan skill yang lain. Inilah yang dilakukan pula oleh Bu Aam, setelah ia lulus dan menerbitakan buku, ia menjadi seorang moderator, dan kurator bersama di komunitas Belajar Menulis. Ia juga menjadi editor untuk buku Belajar Menulis, bahkan menjadi narasumber. Beberapa buku yang lahir dari ketikan beliau, antara lain:

1.     Semangat Menulis bersama Bu Kanjeng

2.    Mengukir Mimpi jadi Penulis Hebat

3.    Kunci Sukses Menjadi Moderator Online

4.    Blogger Inspiratif

5.    Rajin Menulis Berbuah Manis



     Melalui kisah inspiratif narasumber, saya yakin bahwa setiap orang tentunya memiliki kegagalannya masing-masing. Ada yang gagal SNMPTN, gagal ujian SBMPTN, gagal seleksi PNS, gagal dalam hal apapun. Awalnya, tentu ada rasa penyesalan dan menyalahkan diri sendiri. Namun, mau sampai kapan menyalahkan diri sendiri? Kesalahan demi kesalahan seharusya justru menjadi ruang untuk kita belajar lebih banyak. kesempatan untuk bertumbuh menjadi orang yang lebih baik. Dari kegagalan kita bisa berevolusi jika mau melakukan evaluasi diri.

     Oh ya, setiap pencapaian tentu tak lepas dari kendala atau hambatan. Salah satu hambatan, yaitu management waktu. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

1.    Buatlah skala prioritas. Kita dapat membuat daftar atau list semua pekerjaan.

2. Dahulukan pekerjaan yang urgent atau penting. Semua kerjaan mempunyai deadline yang berbeda.

3.  Beri waktu untuk menulis. Jangan menunggu waktu luang, karena biasanya ada saja pekerjaan yang datang.

4. Jika bosan menghampiri, berhentilah sejenak. Ketika menulis atau pekerjaan dihantui rasa bosan, kita dapat mencari hiburan, misal merajut, menyanyi, wisata kuliner, atau wisata cuci mata.

     Eits, ada lagi nih. Motivasilah diri dengan mengonsumsi hal-hal positif demi membentuk optimisme. Percayalah, pengalaman gagal melatih mental untuk memahami bahwa kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Melalui kegagalan, dapat mengasah kemampuan mental kita untuk terus berjuang dan optimis dalam melangkah.

Komentar

  1. Keren,ini bisa jadi the next queen of diction, suka banget sama judulnya,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terima kasih banyak ibu, hihihi masih perlu banyak berlatih

      Hapus
  2. Terus berkarya ditunggu tulisan berikutnya.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih banyak, pak. Masih banyak yang harus dipelajari lagi, hehe

      Hapus
  4. Judulnya saja sudah keren apalagi resume nya. Suka... Suka... Suka..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak, Ibu. Masih belajar hihi, salam kenal, Bu.

      Hapus
  5. keren... judul resumenya menarik, semangat untuk terus berkarya yah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

Resume ke-11 Gelombang 27 Tanggal            : 14 September 2022 Tema                : Mengelola Majalah Sekolah Moderator        : Yandri Novita Sari Narasumber     : Widya Setianingsih, S.Ag. Holla… Keterampilan menulis bisa dipelajari dengan latihan menulis secara rutin. Melalui majalah sekolah, siswa dapat menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan atau cerita bergambar. Majalah sekolah dapat menjadi langkah awal kita sebagai guru untuk menggali dan mengasah potensi yang dimiliki oleh siswa. Nah, lalu bagaimana mengelola majalah sekolah? Pelatihan Belajar Menulis malam ini akan dibahas secara tuntas oleh Ibu Widya Setianingsih, S.Ag sebagai narasumber dan dipandu oleh Ibu Yandri Novita Sari. Umua nan alun satahun jaguang. (Umur   yang belum setahun jagung), Darah nan alum satampuak pinang. (...

karena puisi

            Sahabat adalah segalanya karena sahabat, kita bisa meminta pertolongan. Karena pada dasarnya, kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita itu hidup berdampingan. Walaupun banyak cacian, fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi, jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul “Yuuhi wo miteruka” (apakah kau melihat mentari senja?). Ya, ini adalah kisah  gadis  remaja  dengan  sahabatnya. Gadis itu  bernama  Lia. Dia mempunyai  sahabat  bernama Ahmad.  Setiap  hari  mereka  selalu bersama,  canda,  sedih,  gombal-gombalan, marah-marahan  bersama. Banyak temannya yang mengira jika mereka berdua mempunyai hubungan lebih dari seorang sahabat. Tapi, semua berubah ketika mereka di SMA. Awal masuk SMA mereka masih...