Langsung ke konten utama

Menjadikan Menulis sebagai Passion

Rabu ini rasanya terlalu kelabu. Tidak seperti biasanya, air mata sudah terlalu banyak mengalir di pipi. Rasanya, seperti ingin melewati hari Rabu dengan segera. Tapi, duka bukan alasan untuk si empunya blog meninggalkan kewajibannya membuat resume. Malam itu si empunya blog tetap mengikuti diskusi Belajar Menulis dengan antusias dan beberapa hal yang dibahas akan dituliskan pada blog ini.

Belajar Menulis hari ini diisi oleh pemateri luar biasa, yaitu Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Ibu Kanjeng, sudah banyak karyanya yang lahir dari tangan perempuan luar biasa ini. Topik yang dibahas pada Rabu (24/08/22) adalah Menjadikan Menulis sebagai Passion. Passion atau renjana adalah suatu gairah yang ada di pikiran kita. Jadi, layaknya orang hidup yang membutuhkan gairah menulis setiap saat. Menulis menjadi satu kebutuhan. Rasanya, apabila belum menulis, seperti ada yang kurang. Kalau belum menulis belum bisa tidur. Jadi, dengan menjadikan menulis sebagai passion, kita jadi menikmati proses menulis. Menurut beberapa ahli, menulis itu satu pekerjaan atau profesi yang mulia. Jangan pernah takut menulis.

Bagi banyak orang, mereka merasa tidak mempunya bakat menulis. Pernyataan tersebut keliru, karena sesungguhnya menulis itu adalah keterampilan tertinggi setelah berbicara, mendengar, dan membaca. Sementara setiap orang yang lahir ke dunia adalah pemenang.  Mereka memiliki potensi dari Allah yang siap dikembangkan. Jangan pernah mengkerdilkan diri sendiri.

Beberapa hambatan yang dialami oleh orang yang ingin menulis, antara lain merasa tidak memiliki bakat menulis, tidak memiliki waktu untuk menulis, tidak memiliki ide untuk menulis, tidak mau dikritik oleh orang lain, dan tidak suka menulis. Hambatan tersebut tentu dapat diatasi oleh diri kita sendiri. Lalu, bagaimana caranya? Pemateri memberitahu bahwa yang perlu diubah dari diri kita ketika ingin melakukan sesuatu, khususnya menulis adalah mengubah mindset.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang penulis yang baik, antara lain:

1.     Read

Menjadi seorang penulis yang baik, maka kita perlu banyak membaca buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)

2.    Discuss

Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Nah, apabila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.

3.    Look and Feel

Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media bisa menjadi bahan untuk kita menulis.

4.    Socialize

Berapa banyak pengetahuan, pengalaman, dan kisah orang lain yang dapat kita serap? Melalui sosialisasi kita bisa mendapatkan ide yang bisa ditulis.

Selain itu, ketika kita sudah mengubah mindset, hal yang perlu diperhatikan ketika hendak menulis, yaitu:

1.     Menggali dan menemukan gagasan/ide

Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian maupun peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2.    Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca

Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable.

3.    Menentukan topik

Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih, dan siapa sasaran pembacanya. Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan populer.

4.    Membuat outline

Outline merupakan kerangka tulisan. Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

5.    Mengumpulkan bahan materi

Ketika hendak menulis, kita juga harus rajin membaca untuk mencari bahan materi tulisan. Sumber bacaan lain dapat digunakan untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu, agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.

Wah, rasanya rumit sekali ya menulis saja. Eits, yukk ubah mindset kita. Tenang, tidak perlu khawatir, tidak perlu minder. Menulis adalah proses. Tulislah saja apa yang kita mau dengan semampunya. Ketika menulis, hindari pikiran bahwa apa yang kita tulis harus sempurna. Tulislah semua yang kita mau dari awal hingga akhir. Setelah kita membuat rancangan tulisan, kita bisa melakukan tahapan penyelesaian. Tahapan ini meliputi editting, revising, dan publishing.

1.     Editting

Setelah tulisan selesai, maka kita perlu membaca tulisan kita dari awal kembali dan melakukan penyempurnaan rancangan.

2.    Revising

Pada tahap ini, kita dapat melakukan perbaikan pada tulisan kita, seperti mengubah, melengkapi, dan mengevaluasi naskah.

3.    Publishing

Setelah tulisan selesai, maka tulisan kita sudah bisa untuk disebarkan. Hal yang paling sederhana adalah dengan mengunggah di blog.

    Hal utama ketika kita hendak menulis adalah singkirkan pengaruh negatif, fokus pada tujuan awal menulis agar pembaca dapat mengetahui pesan dalam tulisan kita. Hal sekecil apapun apabila dilakukan dengan hati yang tulus, maka akan menemukan takdir yang baik. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

Resume ke-11 Gelombang 27 Tanggal            : 14 September 2022 Tema                : Mengelola Majalah Sekolah Moderator        : Yandri Novita Sari Narasumber     : Widya Setianingsih, S.Ag. Holla… Keterampilan menulis bisa dipelajari dengan latihan menulis secara rutin. Melalui majalah sekolah, siswa dapat menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan atau cerita bergambar. Majalah sekolah dapat menjadi langkah awal kita sebagai guru untuk menggali dan mengasah potensi yang dimiliki oleh siswa. Nah, lalu bagaimana mengelola majalah sekolah? Pelatihan Belajar Menulis malam ini akan dibahas secara tuntas oleh Ibu Widya Setianingsih, S.Ag sebagai narasumber dan dipandu oleh Ibu Yandri Novita Sari. Umua nan alun satahun jaguang. (Umur   yang belum setahun jagung), Darah nan alum satampuak pinang. (...

Gagal Sekali, Berhasil Berkali-Kali!

  Resume ke-4 Gelombang 27 Tanggal            : 29 Agustus 2022 Tema                : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi Moderator        : Rosminiyati Narasumber     : Aam Nurhasanah, S.Pd   Selamat malam semuanya! Si empunya blog kembali lagi untuk berbagi pelatihan hari ke-4 bersama Belajar Menulis PGRI gelombang 27. Pelatihan ini awalnya hanya pelatihan bagi guru-guru yang ada di sekitar Jabodetabek saja. Oh, tapi ternyata saya salah besar. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kalangan guru dari banyak wilayah. Salah satunya adalah ibu moderator pada pertemuan ke-4 ini, yaitu Ibu Rosminiyati. Beliau adalah seorang guru SMK Negeri   2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ternyata dunia maya memang benar-benar bisa membawa kita berselancar ke seluruh penjuru yang ada. ...

karena puisi

            Sahabat adalah segalanya karena sahabat, kita bisa meminta pertolongan. Karena pada dasarnya, kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita itu hidup berdampingan. Walaupun banyak cacian, fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi, jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul “Yuuhi wo miteruka” (apakah kau melihat mentari senja?). Ya, ini adalah kisah  gadis  remaja  dengan  sahabatnya. Gadis itu  bernama  Lia. Dia mempunyai  sahabat  bernama Ahmad.  Setiap  hari  mereka  selalu bersama,  canda,  sedih,  gombal-gombalan, marah-marahan  bersama. Banyak temannya yang mengira jika mereka berdua mempunyai hubungan lebih dari seorang sahabat. Tapi, semua berubah ketika mereka di SMA. Awal masuk SMA mereka masih...