Langsung ke konten utama

Konsep Buku Nonfiks

Resume ke-15

Gelombang 27

Tanggal           : 23 September 2022

Tema               : Konsep Buku Nonfiksi

Moderator       : Arofah Afifi

Narasumber    : Musiin, M.Pd.

 

Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi, semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak. Bagi sebagian orang dalam kelas Belajar Menulis Gelombang 27, alasan ia ingin menjadi penulis, yaitu:

1.        Mewariskan ilmu lewat buku

2.       Ingin menghasilkan karya sendiri yang dapat dilihat orang banyak orang

3.       Mengembangkan profesi sebagai seorang guru

4.      Mendorong diri sendiri untuk terus belajar.

Salah satu bentuk buku yang dapat ditulis adalah buku nonfiksi. Buku nonfiksi adalah sebuah bentuk buku yang berisi karangan atau tulisan yang sifatnya berupa informasi. Penulis memiliki tanggung jawab atas isi kebenaran isi buku tersebut yang diambil dari peristiwa, orang, tempat atau fakta informasi dalam buku tersebut. Contoh dari buku nonfiksi, yaitu buku pedoman, buku teks, buku pelajaran, buku motivasi, buku filsafat, buku sains populer, kamus, ensiklopedia, biografi, otobiografi, memoar, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri buku nonfiksi antara lain:

1.        Menggunakan bahasa yang baku

2.       Menggunakan bahasa denotatif

3.       Isi buku berkaitan dengan fakta

4.      Tulisan bersifat ilmiah populer

5.       Hasil penemuan atau sudah ada

Ketika seseorang menulis sebuah buku nonfiksi, akan ada 3 pola penulisan, antara lain:

1. Pola hierarkis, yaitu buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit.

2. Pola prosedural, yaitu buku disusun berdasarkan urutan proses.

3. Pola klaster, yaitu buku disusun secara poin demi poin. Pola ini diterapak pada buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab.

Nah, lalu bagaimana langkah-langkah penulisan buku nonfiksi? Proses penulisan buku nonfiksi terdiri atas 5 langkah, yaitu pratulis, menulis draf, merevisi draf, menyunting naskah, dan menerbitkan naskah.

Pertama, pratulis. Ketika kita ingin membuat sebuah buku, hal pertama yang perlu dilakukan adalah pratulis. Kita perlu menentukan tema, menemukan ide, merencanakan jenis tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, bertukar pikiran, menyusun daftar, melakukan riset, membuat mind mapping, dan menyusun kerangka. Tema dalam menulis buku sangat diperlukan. Kita dapat menentukan tema mulai dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media masa, imajinasi, mengamati lingkungan, hasil perenungan, membaca buku, survei, dan wawancara.

Setelah kita menemukan tema, berikutnya adalah menyusun kerangka buku. Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, kalian dapat mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel:

(https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)

Berikut ini merupakan anatomi buku nonfiksi:

1. Anotomi Buku

2. Halaman Judul

3. Halaman Persembahan (OPSIONAL)

4. Halaman Daftar Isi

5. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

6. Halaman Prakata

7. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

8. Bagian/BAB

9. Halaman Lampiran (OPSIONAL)

10. Halaman Glosarium

11. Halaman Daftar Pustaka

12. Halaman Indeks

13. Halaman Tentang Penulis

Kedua, menulis draf. Tuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas. Ketika menulis draf, tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide itu dituliskan secara baik.

Ketiga, merevisi draf. Setelah menulis, revisi sistematika atau struktur tulisan dan penyajian. Selain itu, periksa kembali gambaran besar dari naskah.

Keempat, menyunting naskah. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa tulisan yang ditulis sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Hal yang disunting meliputi, ejaan, tata bahasa, diksi, data dan fakta, dan legalitas dan norma.

Kelima, menerbitkan buku. Kita dapat menerbitkan buku yang sudah ditulis dengan mengirimkan ke penerbit.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

Resume ke-11 Gelombang 27 Tanggal            : 14 September 2022 Tema                : Mengelola Majalah Sekolah Moderator        : Yandri Novita Sari Narasumber     : Widya Setianingsih, S.Ag. Holla… Keterampilan menulis bisa dipelajari dengan latihan menulis secara rutin. Melalui majalah sekolah, siswa dapat menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan atau cerita bergambar. Majalah sekolah dapat menjadi langkah awal kita sebagai guru untuk menggali dan mengasah potensi yang dimiliki oleh siswa. Nah, lalu bagaimana mengelola majalah sekolah? Pelatihan Belajar Menulis malam ini akan dibahas secara tuntas oleh Ibu Widya Setianingsih, S.Ag sebagai narasumber dan dipandu oleh Ibu Yandri Novita Sari. Umua nan alun satahun jaguang. (Umur   yang belum setahun jagung), Darah nan alum satampuak pinang. (...

Gagal Sekali, Berhasil Berkali-Kali!

  Resume ke-4 Gelombang 27 Tanggal            : 29 Agustus 2022 Tema                : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi Moderator        : Rosminiyati Narasumber     : Aam Nurhasanah, S.Pd   Selamat malam semuanya! Si empunya blog kembali lagi untuk berbagi pelatihan hari ke-4 bersama Belajar Menulis PGRI gelombang 27. Pelatihan ini awalnya hanya pelatihan bagi guru-guru yang ada di sekitar Jabodetabek saja. Oh, tapi ternyata saya salah besar. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kalangan guru dari banyak wilayah. Salah satunya adalah ibu moderator pada pertemuan ke-4 ini, yaitu Ibu Rosminiyati. Beliau adalah seorang guru SMK Negeri   2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ternyata dunia maya memang benar-benar bisa membawa kita berselancar ke seluruh penjuru yang ada. ...

karena puisi

            Sahabat adalah segalanya karena sahabat, kita bisa meminta pertolongan. Karena pada dasarnya, kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita itu hidup berdampingan. Walaupun banyak cacian, fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi, jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul “Yuuhi wo miteruka” (apakah kau melihat mentari senja?). Ya, ini adalah kisah  gadis  remaja  dengan  sahabatnya. Gadis itu  bernama  Lia. Dia mempunyai  sahabat  bernama Ahmad.  Setiap  hari  mereka  selalu bersama,  canda,  sedih,  gombal-gombalan, marah-marahan  bersama. Banyak temannya yang mengira jika mereka berdua mempunyai hubungan lebih dari seorang sahabat. Tapi, semua berubah ketika mereka di SMA. Awal masuk SMA mereka masih...