Langsung ke konten utama

Yuk, Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi

 

Resume ke-6

Gelombang 27

Tanggal           : 02 Agustus 2022

Tema               : Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi

Moderator       : Arofiah Afifi

Narasumber    : Rita Wati, S.Kom.

 


     Holla! Pelatihan bersama Belajar Menulis PGRI masih berlanjut dan ini merupakan pertemuan ke-6. Kali ini pelatihan dipandu oleh Ibu Arofiah Afifi yang pandai dalam merajut kata. Lalu, untuk pengisi kegiatan dipaparkan oleh Ibu Rita Wati, S.Kom, seorang blogger, youtuber, dan guru informati di SMP Negeri 2 Menduyo, Kabupaten Jembrana Provinsi Bali.

Teman-teman bisa membaca lebih lanjut tentang Ibu Rita dengan klik link ini ya, https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html.

     Menjadi berprestasi tentulah bukan datang dengan tiba-tiba, semua butuh proses. Sama halnya dengan yang dialami oleh Ibu Rita, bermula dari mengikuti kegiatan Belajar Menulis hingga akhirnya meluncurkan sebuah karya, bahkan meluncurkan buku bersama dengan Prof. Richardus Eko Indrajit. Pencapaian lainnya adalah beliau juga meraih juara blog dan menjadi guru inspiratif terbaik Kemendikbudristek tahun 2021 dan terbaru menjadi salah satu guru dari 160 guru dari Indonesia, Malaysia, Philipina dan Thailand mengikuti AILCoB ICT Virtual Training yang diselenggarakan oleh Institute of APEC Collaborator Educational (IACE) yang bekerja sama antara Kemendikbud dan Kementrian Pendidikan Korea Selatan. Wah, sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa. Itu semua berkat belajar, belajar, dan belajar.


     Pertanyaannya, bagaimana dengan kami yang masih pemula? Apakah bisa? Beberapa poin yang biasanya dirasakan seorang penulis pemula ketika menulis, yaitu:

1.     Susah ide

2.    Miskin kosa kata

3.    Sulit merangkai kata

4.    Suka menunda

5.    Bingung ingin menulis apa

6.    Tidak percaya diri

7.    Bingung menulis dari mana

8.    Merasa tulisan jelek sehingga tidak layak dibaca

     Beberapa poin tersebut memang sering dialami oleh penulis pemula. Nah, apabila ditelaah lebih lanjut, permasalahan utamanya adalah membaca dan menulis. Seringkali kita terlalu fokus dengan apa yang kita tulis, sehingga ketika buntu, ya sudah selesai tanpa akhir. Cara yang harus dilakukan oleh penulis pemula adalah memperbanyak membaca, sehingga kita dapat menemukan ide untuk menulis. Membaca itu tidak harus membaca buku, tetapi juga bisa membaca kejadian. Sebagai contoh, apabila kita mengalami suatu peristiwa yang bahagia atau sedih, tuangkan itu ke dalam bentuk tulisan. Semakin banyak kita belajar menulis, maka kita akan dengan mudah menemukan arah bentuk tulisan.

     Lalu, pertanyaan berikutnya, apakah dengan menulis kita bisa berprestasi? Jelas, kita dapat mengikuti perlombaan menulis. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah jangan jadikan lomba untuk menjadi seorang juara. Mengapa? Karena, biasanya ketika kita mengikuti lomba dan ternyata tidak mendapat kemenangan, maka akan membuat kita tidak bersemangat untuk menulis lagi. Jadi, jadikan pelombaan sebagai ajang memacu kreatifitas dalam menulis dan apabila mendapat kemenangan, itu adalah bonus. Awal-awal kalah tidak masalah semua berawal dari kekalahan, yang pasti jangan pernah menyerah karena banyak pembelajaran yang akan kita dapati kalau kita selalu memperhatikan tulisan para pemenang.

     Pada pelatihan ini si empunya blog mendapatkan tips untuk menulis dan menerbitkan buku hingga menjadi penulis berprestasi, antara lain:

1.    Tentukan tujuan atau motivasi menulis.

Ketika menulis, kita harus sudah memiliki tujuan yang jelas, seperti menjadikan menulis sebagai hobi, menulis sebagai syarat kenaikan pangkat dalam jabatan, atau menulis sebagai sumber mendapatkan uang.

2.   Tulislah sesuatu yang dikuasai.

Salah satu hal yang penting dilakukan dalam menulis, tulislah apa yang kita sukai. Dengan begitu, kita akan mudah menuangkan kata demi kata ke dalam sebuah kalimat.

3.   Tuangkan semua ide hingga selesai

Ketika menulis, seringkali kita selalu mengubah setiap kalimat sehingga tulisan tidak selesai. Jadi, tulis semua apa yang ada hingga selesai. Jika sudah selesai, kita dapat melakukan revisi pada setiap tulisan.

4.  Berlatih 

Berlatihlah menulis, misal dimulai dengan 100 kata setiap hari, kemudian meningkat 150 kata, lalu ditngkatkan lagi menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.

5.   Lakukan setiap hari

Luangkan waktu untuk menulis setiap hari. Menulis setiap hari dapat membantu kita untuk melatih setiap tulisan yang dibuat.

6.   Membuat peta konsep atau TOC (Table of Contents)

Apabila tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku, maka buatlah TOC. TOC atau daftar isi memberikan gambaran umum tentang ruang lingkup publikasi dan sarana cepat menemukan bagian-bagian tertentu dari sebuah buku.

7.   Bergabung dengan komunitas buku

Bergabung dengan komunitas penulis membuat memiliki kepercayaan untuk menjadi seorang penulis.

8.   Ikuti perlombaan

Jangan pernah ragu untuk mengikuti perlombaan menulis. Jika sudah terbiasa menulis, mulailah mengikuti perlombaan menulis, seperti lomba mencipta puisi, cerpen, essay, karya ilmiah, lomba blog, dan lain-lain.

     Selanjutnya, agar tulisan menjadi lebih berkualitas, kita juga perlu memperhatikan kaidah-kaidah dasar penulisan. Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan seseorang dalam menulis, antara lain:

1.    Penggunaan huruf besar dan kecil harus sesuai.

2.  Jumlah kalimat dalam paragraf. Usahakan paragraf yang ditulis tidak melebih dari 10 kalimat dalam 1 paragraf.

3.    Perhatikan penggunaan tanda baca.

4.    Perhatikan penggunaan kata baku.

5.    Hindari penggunaan kata yang tidak efektif.

6.    Hindari penggunaan istilah asing yang sering keliru

7.    Hindari penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung

     Itu dia beberapa informasi terkait menulis dan menerbitkan sebuah buku hingga menjadi seorang penulis yang berprestasi. Selalu belajar dan terus berlatih, maka tidak hanya penulis saja yang mendapatkan manfaatnya, tetapi juga pembaca dapat mengambil manfaat, yakni membaca buku yang berkualitas yang ditulis oleh penulis yang berwawasan luas dan memiliki keterampilan yang mumpuni.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

Resume ke-11 Gelombang 27 Tanggal            : 14 September 2022 Tema                : Mengelola Majalah Sekolah Moderator        : Yandri Novita Sari Narasumber     : Widya Setianingsih, S.Ag. Holla… Keterampilan menulis bisa dipelajari dengan latihan menulis secara rutin. Melalui majalah sekolah, siswa dapat menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan atau cerita bergambar. Majalah sekolah dapat menjadi langkah awal kita sebagai guru untuk menggali dan mengasah potensi yang dimiliki oleh siswa. Nah, lalu bagaimana mengelola majalah sekolah? Pelatihan Belajar Menulis malam ini akan dibahas secara tuntas oleh Ibu Widya Setianingsih, S.Ag sebagai narasumber dan dipandu oleh Ibu Yandri Novita Sari. Umua nan alun satahun jaguang. (Umur   yang belum setahun jagung), Darah nan alum satampuak pinang. (...

Gagal Sekali, Berhasil Berkali-Kali!

  Resume ke-4 Gelombang 27 Tanggal            : 29 Agustus 2022 Tema                : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi Moderator        : Rosminiyati Narasumber     : Aam Nurhasanah, S.Pd   Selamat malam semuanya! Si empunya blog kembali lagi untuk berbagi pelatihan hari ke-4 bersama Belajar Menulis PGRI gelombang 27. Pelatihan ini awalnya hanya pelatihan bagi guru-guru yang ada di sekitar Jabodetabek saja. Oh, tapi ternyata saya salah besar. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kalangan guru dari banyak wilayah. Salah satunya adalah ibu moderator pada pertemuan ke-4 ini, yaitu Ibu Rosminiyati. Beliau adalah seorang guru SMK Negeri   2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ternyata dunia maya memang benar-benar bisa membawa kita berselancar ke seluruh penjuru yang ada. ...

karena puisi

            Sahabat adalah segalanya karena sahabat, kita bisa meminta pertolongan. Karena pada dasarnya, kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita itu hidup berdampingan. Walaupun banyak cacian, fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi, jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul “Yuuhi wo miteruka” (apakah kau melihat mentari senja?). Ya, ini adalah kisah  gadis  remaja  dengan  sahabatnya. Gadis itu  bernama  Lia. Dia mempunyai  sahabat  bernama Ahmad.  Setiap  hari  mereka  selalu bersama,  canda,  sedih,  gombal-gombalan, marah-marahan  bersama. Banyak temannya yang mengira jika mereka berdua mempunyai hubungan lebih dari seorang sahabat. Tapi, semua berubah ketika mereka di SMA. Awal masuk SMA mereka masih...